• PIN Blackberry Messenger DC8194FA / CD4B5F81 FULL
  • ID Line BDRINDO77
  • WhatsApp dan SMS +66 825-801-959
  • CUSTOMER SERVICE 24/7
  • Harap Melakukan Konfirmasi Nomor Rekening Sebelum Melakukan Deposit
  • BANDARINDO77 | Bandar Bola, Casino Online, dan Sabung Ayam Online Terpercaya.
  • Bonus 100% Sabung Ayam 7X Win
  • Dapatkan Cashback ALL GAMES 10%
  • Bonus Referral Hingga 7% + 2% Tanpa Batas
  • Bonus Deposit 10% Untuk Member Baru Sabung Ayam.
  • Bonus Deposit 5% Untuk Next Deposit Sabung Ayam.
  • Bonus Tangkas 10% Setiap Hari.

Wasit Michael Oliver Angkat Bicara Soal Kartu Merah Buffon

Published 01/05/2018 Tags: , , , , ,


Judi Bola Online – Michael Oliver menjadi sorotan saat Real Madrid berhasil menyingkirkan Juventus secara dramatis di leg kedua babak perempat final Liga Champions beberapa waktu lalu. Meski menang 1-3 di laga tersebut, Juve harus mengakui kekalahan mereka dengan skor agregat 4-3. Wasit asal Inggris itu pun dituding sebagai penyebab tersisihnya Juve dari Liga Champions.

Michael Oliver menjadi sorotan saat Real Madrid berhasil menyingkirkan Juventus secara dramatis di leg kedua babak perempat final Liga Champions beberapa waktu lalu. Meski menang 1-3 di laga tersebut, Juve harus mengakui kekalahan mereka dengan skor agregat 4-3.

Michael Oliver jadi sorotan di balik keberhasilan Real Madrid menyingkirkan Juventus dan lolos ke semifinal Liga Champions.

Kejadian bermula saat Oliver memberikan penalti kepada Real Madrid di menit injury time babak kedua. Gianluigi Buffon pun langsung beraksi dengan melayangkan protes keras kepada wasit. Kapten Juve itu pun akhirnya langsung diganjar kartu merah oleh wasit Michael Oliver.

Keputusan memberikan penalti diambil setelah Medhi Benatia dianggap melakukan pelanggaran terhadap Lucas Vazquez yang menerima umpan tarik dari Cristiano Ronaldo. Tendangan dari titik putih pun berhasil dituntaskan dengan baik oleh CR7 yang sekaligus memastikan langkah Madrid ke semifinal.

Selepas pertandingan, pihak Juventus mengungkapkan rasa kecewa mereka terhadap kinerja wasit. Bahkan Presiden Juventus secara terang-terangan menyebutkan UEFA kekurangan wasit berkualitas.

Tidak berhenti sampai di situ, Oliver dan keluarganya juga menerima tekanan dan kecaman dari berbagai pihak. Tak terkecuali adanya ancaman pembunuhan. Sampai akhirnya ia angkat bicara melalui situs resmi Federasi Sepakbola Inggris (FA).

“Ada suasana yang aneh beberapa hari setelah kejadian,” kata Oliver.

“Tetapi saya merasa senang karena ada banyak orang juga, dari dalam maupun luar pertandingan, yang memberikan dukungan. Itu terasa sangat berarti.”

“Di jalan saya bertemu dengan orang-orang dan beberapa lainnya mengirimkan pesan dukungan mereka. Menyenangkan saat tahu bahwa saya ternyata mendapatkan dukungan,” imbuhnya.

Pada 19 Mei mendatang, Oliver bakal ditugaskan untuk memimpin laga penting di daratan Inggris, yakni final Piala FA. Laga tersebut akan mempertemukan dua tim raksasa Chelsea dan Manchester United.

“Saya merasa sangat bangga dan rendah hati saat mendapatkan panggilan telepon itu,” kata wasit berumur 33 tahun. “Itu bukanlah panggilan yang Anda ekspektasikan untuk didapat, tapi itu luar biasa. Kesempatan ini hanya datang mungkin sekali dalam karier seorang wasit.”

Berbeda dengan di Liga Champions, pada partai final Piala FA yang berlangsung di Wembley nanti wasit akan dibantu oleh Video Assistant Referee (VAR).

Share Artikel